Proposal Nikah
Masuklah saya ke kamar, lalu menunaikan shalat Isya'. Duduklah saya bersimpuh sambil memegang surat di dalam amplop putih besar.
Menyiapkan segenap hati atas apapun yang ada dalam surat tersebut. Mengumpulkan segenap keberanian atas 'siapapun' yang ada dalam surat tersebut.
Ssrrrkk.
Perekat telah dibuka. Isi surat siap untuk dikeluarkan.
Berlembar-lembar kertas nampaknya. Mulailah saya buka dan saya baca baik-baik.
Proposal Nikah | 2014
-bersambung-
About Me
penyuka Hujan | penikmat rindu | pemuja Sang Esa
Featured Post
Blog Archive
Popular Posts
-
29 Ramadhan 1435 H Pagi itu sungguh pagi yang begitu cerah. Pulang dari i'tikaf malam Ramadhan terakhir, seseorang di seberang sana m...
-
Tidak ada kata terlambat, terlalu lama, cepat, ataupun terlalu cepat. Semuanya pas. Tepat waktu. Pada waktu yang tepat. Ketika kami...
-
Hampir seharian bergelut dengan adonan kue, sampai pada penghujung memasukkan hasil yang sudah dipanggang kedalam toples, akhirnya saya ...
-
Bismillaahirrahmaanirrahiim Bahwa mencintai adalah tentang seberapa besar kau dapat memperjuangkan apa yang kau cintai. Hidup, at...
-
GALAU apakah galau itu hanya milik singelilah yg menanti siapa gerangan jodohnya? atau milik seorang ibu yg berat badan bayi dan bal...
-
Oh My Rabb. Jantung serasa hendak berhenti berdetak. Seseorang yg entah siapa hendak mengajak saya menghabiskan sisa usia bersama. Masi...
-
Bismillaahi Arrahmaan Arrahiim Pernah ga sih ngerasa tiap ada kesalahan kecil kok ya uring-uringannya luar biasa? Atau tiap anak/s...
-
Masuklah saya ke kamar, lalu menunaikan shalat Isya'. Duduklah saya bersimpuh sambil memegang surat di dalam amplop putih besar. Men...
Labels Cloud
Contributors
Powered by Blogger.

No comments:
Post a Comment